Jumat, 25 Juni 2010

Contoh Pidato Sekolah | Menerapkan Sopan Santun Sejak Dini

Contoh pidato ini anggap saja disampaikan oleh kepala sekolah pada pertemuan orang tua wali murid antara orang tua siswa SD kelas 1 (baru masuk sekolah) dengan pihak sekolah.

Anda bisa menyesuaikan isi pidato ini sesuai dengan situasi tertentu yang mungkin saja Anda menemukan situasi seperti itu.

Contoh pidato ini bisa Anda perbaiki, di tambah atau di kurangi agar lebih sempurna dari sebelumnya dan lebih sesuai dengan apa yang Anda butuhkan.

Inilah contoh pidato yang bisa Anda dapatkan sekarang.

Assalamu alaikum wr.wb.

Bapak-Ibu Orang Tua Wali murid yang saya hormati
Bapak komite sekolah yang kami hormati
dan Bapak-ibu guru yang saya banggakan

Puji dan syukur pertama-tama marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT karena berkah dan karunianya kita semua dapat berkumpul di dalam ruangan ini dalam keadaan sehat wal’afiat.

Ada satu hal yang mungkin perlu kita perhatikan dari anak kita dan kiranya ini sangat menentukan terhadap nilai positif atau negatifnya anak kita yakni sopan santun.

Semua orang tua pasti senang melihat “perilaku manis” anaknya. Tetapi, sikap sopan dan santun tidak dibawa sejak lahir. kitalah sebagai Orang tua yang wajib mengajarkannya sejak dini.

Apa yang akan Anda lakukan saat si kecil mengeluarkan kata-kata yang kurang pantas pada orang lain? Mencubitnya, mendiamkannya, atau memarahinya saat itu juga?

Semua orang tua tentu berharap anak mereka bersikap sopan dan santun. Namun, budi pekerti atau tata krama yang baik tidak bisa muncul begitu saja. Anak perlu mendapat pengajaran bagaimana bersikap sopan dan santun.


Bapak-Ibu Orang Tua Wali murid yang saya banggakan
Pada mulanya, sikap sopan dan santun yang dilakukan anak hanya sebuah pola meniru apa yang dilakukan orang tua khususnya saat aak masih kecil. Ini adalah hal yang wajar karena anak masih berpikir konseptis.

Tetapi jika anak sudah semakin besar ia akan menyadari bahwa sopan santun sangat penting. Tidak hanya bagi orang lain tetapi juga bagi dirinya. Anak yang santun biasanya akan disenangi dan mendapatkan tempat di lingkungannya.

Memang, tidak mudah menerapkan sopan santun pada anak. Tetapi jika orang tua berhasil mengajarkan sopan santun pada anaknya, si kecil akan tumbuh menjadi seseorang yang berperilaku baik di sepanjang hidupnya. Meskipun, tidak dapat dipungkiri bahwa lingkungan di luar rumah juga memiliki peran yang sangat besar pada pembentukan perilaku yang sopan dan santun ini.

Dengan membekali anak pengetahuan bagaimana bersikap santun, maka pada akhirnya anak akan kembali pada pendidikan yang telah diberikan orang tuanya.

Secara spesifik, berikut kiat mengajarkan sopan santun pada anak yang dapat segera diterapkan sejak anak lahir.

Berikan contoh dalam kehidupan sehari-hari
Anak adalah peniru paling ulung. Bahkan, saat masih belum dapat berbicara pun, anak sudah bisa menirukan perbuatan yang kita lakukan. Meskipun dalam “bahasa dan bentuk” yang lain.

Sangatlah tepat ungkapan “anak-anak mendengar tidak dengan telinga, melainkan dengan matanya” Itu artinya, orangtua harus menjadi contoh nyata bagaimana bersikap sopan dan santun. Waspadalah pada setiap tindak tanduk yang Anda lakukan. Si kecil senantiasa mengintai gerak gerik Anda.

Ajarkan 3 kata penting
“Terima kasih”, “Tolong”, dan “Maaf” adalah 3 kata penting yang sebaiknya diajarkan sejak anak lahir. Ucapkanlah kata “Tolong” jika ingin meminta bantuan anak. Ucapkan “Terima kasih” bila si kecil melakukan sesuatu untuk Anda, dan jangan segan berkata “Maaf” jika Anda berbuat salah.

Dengan demikian anak akan mengetahui bahwa dirinya dihargai dan ia pun akan terbiasa menghargai orang lain.

Latihan sambil bermain
Mungkin Anda sudah berusaha mengajarkan sopan santun pada anak. Tapi bisa saja ketika anak berhadapan dengan orang lain ia melakukan perbuatan yang kurang santun. Jangan menyerah. Cobalah melatih sikap sopan santun dengan mengajak anak bermain peran.

Coba minta si kecil menjadi tamu dan Anda tuan rumahnya. Lakukan juga peran sebaliknya. Berperanlah sebagai tuan rumah yang sopan dan minta si kecil berperan sebagai tamu yang sopan. Biasanya, saat berperan anak akan menjadi “aktor” yang baik sehingga ia akan melakukan skenario yang sudah disepakati. Saat anak bersikap santun dalam peran yang dimainkannya pujilah perbuatannya. Tunjukkan bahwa Anda sangat menghargai sikap positif ini.

Harus konsisten
Anak sering lupa bagaimana bersikap baik, sehingga sangat wajar bila ia tiba-tiba melakukan tindakan kurang sopan. Jangan langsung memarahinya. Tapi ingatkan dia bahwa tindakan tersebut tidak sopan. Beri peringatan dengan cara yang menyenangkan. Misalnya, “Wah, karena terlalu haus, jagoan Bunda lupa bilang terima kasih ya…”

Untuk membentuk sikap yang sopan dan santun orang tua harus konsisten dan jangan bersikap permisif atau memaklumi dengan alasan apapun. Bila anak melakukan tindakan yang tidak sopan, ingatkan lagi, lagi dan lagi.

Jangan dijadikan lelucon
Sikap yang kurang sopan bukan lelucon atau bahan guyonan. Jangan menertawakan si kecil saat ia melakukan tindakan yang tidak santun. Bila Anda atau anggota lain melakukannya, anak akan berpikir perbuatannya lucu, wajar dan benar. Ini akan membuat si kecil semakin sulit memahami makna sopan santun, apalagi mempraktekannya.

Tunjukkan perhatian Anda
Si kecil sering melakukan tindakan yang tidak santun hanya untuk menarik perhatian orangtuanya. Karena itu, sebaiknya sesibuk apapun Anda di meja makan, bersama tamu atau dengan pekerjaan Anda, berikan perhatian pada anak. Berikan pujian jika si kecil menunjukkan perilaku yang sopan dan santun.

Apa yang perlu Anda lakukan jika si kecil mendapatkan perlakuan yang tidak sopan atau melihat tindakan yang tidak santun?

Pertama, sebaiknya Anda segera memberitahukan si kecil bahwa tindakannya itu tidak baik dan ia tidak boleh menirunya.

Kedua, Berikan teguran yang sopan pada orang yang telah berlaku tidak santun pada anak Anda. Ini akan menunjukkan bahwa Anda konsisten dan bahwa siapapun yang melakukan sikap tidak santun tetap tidak baik.

Ketiga, Akan sangat baik jika anak yang melakukan teguran tersebut. Akan terasa lebih menyentuh. Kalimat yang keluar dari mulut si kecil mungkin adalah “Tante…kata Mama kalau lewat harus bilang permisi.”

Semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat buat kita semua. Mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan.

Wassalamu 'alaikum wr.wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar